Makanan Kaya Antioksidan untuk Wanita Hamil: Daging Tanpa Lemak, Wortel hingga Bayam

Makanan Kaya Antioksidan untuk Wanita Hamil: Daging Tanpa Lemak, Wortel hingga Bayam

admin April 5, 2021

Berikut ini beberapa makanan yang kaya akan antioksidan untuk wanita hamil. Kehamilan menuntut beberapa nutrisi yang tepat untuk bayi dan ibu. Dikutip dari Boldsky , banyak nutrisi seperti vitamin C, beta karoten, antosianin, vitamin E, selenium dan seng bertindak sebagai antioksidan dan mencegah tubuh dari stres oksidatif.

Selama kehamilan, antioksidan membantu mempertahankan kehamilan yang sukses dan mencegah hasil kehamilan seperti preeklamsia, hambatan pertumbuhan janin, keguguran dan kelahiran prematur. Dalam daging tanpa lemak terdapat vitamin E dan selenium, salah satu bentuk antioksidan yang memiliki konsentrasi tinggi. Selain antioksidan, daging tanpa lemak juga kaya akan asam lemak omega 3 serta banyak vitamin dan mineral.

Semua kandungan tersebut dapat membantu mencegah komplikasi kehamilan seperti berat badan lahir rendah. Bayam merupakan sumber antioksidan yang kaya seperti karoten dan asam askorbat. Sayuran silangan ini juga dikemas dengan banyak vitamin dan mineral yang membantu proses kehamilan dan menyusui yang sehat.

Karotenoid dan antosianin dalam wortel tinggi yang membuat kapasitas antioksidan besar dari sayuran ini. Wortel membantu perkembangan mata bayi, kulit dan organ vital lainnya serta mencegah banyak komplikasi kehamilan. Bawang bombay mengandung banyak antioksidan primer seperti flavonoid, asam askorbat, fenol, dan antosianin.

Bawang merah memiliki aktivitas pembersihan radikal bebas tertinggi dibandingkan bawang putih. Mengonsumsi bawang bawangan setiap hari dalam makanan dapat membantu dalam kehamilan dan menyusui. Paprika merah atau paprika memiliki kandungan fenol total tertinggi dibandingkan dengan paprika kuning dan oranye.

Paprika merah juga mengandung antioksidan tingkat tinggi seperti beta karoten, quercetin, luteolin dan capsanthin. Kacang hitam mengandung polifenol tinggi yang bertanggung jawab atas efek antioksidannya. Polifenol membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, yang selanjutnya membantu perkembangan janin yang sehat.

Menurut sebuah penelitian, kenari merupakan sumber antioksidan yang kaya seperti flavonoid, asam fenolat, vitamin E, melatonin dan selenium. Konsumsi kenari selama kehamilan dapat membantu meningkatkan pembelajaran dan memori bayi yang sedang tumbuh. Katekin, antioksidan alami dalam teh hijau sudah dikenal luas.

Selain itu, polifenol dalam teh juga membantu mencegah kerusakan akibat cedera oksidatif. Teh hijau dapat membantu mencegah penambahan berat badan selama kehamilan dan mendorong perkembangan embrio. Madu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat selain dari sifat antibakteri.

Asam fenolat, vitamin C, flavonoid, katalase dan vitamin E dalam madu berperan sebagai antioksidan. Menurut sebuah penelitian, madu mengandung lebih dari 150 senyawa fenolik. Apel memiliki kapasitas antioksidan yang sangat kuat.

Kehadiran fitokimia dalam buah ini dikaitkan dengan penurunan risiko masalah perilaku pada bayi dan berat badan lahir rendah pada bayi baru lahir. Selain itu, Apel adalah buah yang paling mudah didapat di pasaran. Kulit dan biji anggur mengandung sebagian besar antioksidan.

Polifenol, resveratrol, antosianin, prosianidin dan katekin dalam anggur bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan. Varietas anggur yang berbeda mengandung jumlah antioksidan yang berbeda pula. Bit dikemas dengan senyawa antioksidan seperti vitamin C, betalains dan flavonoid yang mencegah tubuh dari efek berbahaya stres oksidatif.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa bit termasuk di antara sepuluh tanaman dengan sifat antioksidan tertinggi. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa blueberry memiliki kapasitas antioksidan total terkuat karena adanya asam fenolat, flavonoid, tanin, vitamin C, vitamin K, dan mangan. Mereka membantu mencegah komplikasi ibu dan janin selama kehamilan.

Polifenol dan flavonoid adalah antioksidan utama dalam cokelat hitam. Namun, flavonoid seperti katekin, epikatekin dan prosianidin mendominasi makanan ini yang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidannya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *